BERBUKALAH DENGAN YANG MANIS

MANA Mungkin inilah pertama kalinya selama hidup, saya menjalani Ramadhan tanpa sekalipun ada agenda buka bersama (bukber). 

Biasanya setiap kali Ramadhan, jadwal akhir pekan saya dan istri, sudah dipenuhi dengan acara bukber. 

Bersama saudara, bersama teman organisasi, bersama teman pengajian, bersama teman bisnis, bersama teman sekolah, dari TK sampai SMA.

Walau lebih sering masing-masing, karena lingkaran pergaulan kami kadang berbeda, namun ada juga momen di mana saya dan istri menghadiri acara bukber bersama-sama, full team bawa bocils. 

Nah, kalo sudah full team ini, seringkali saya yang rungsing, mikirin faktor pengali dari menu makanannya. 😅

Saya, istri dan tiga anak, kalo bukbernya di warung tegal mungkin masih enak ngitungnya. 5 x 15.000 sudah kenyang, modal 100.000 masih ada kembalian. 

Pulang masih bisa jajan, masih bisa bungkus buat sahur, pas tarawih masih bisa masukin kotak infak. 😇

Bukber Di Warteg

Cuma mana ada sih, bukber yang diadakan di warteg? Pengalaman saya dan istri, bukber seringnya diadakan di tempat-tempat dengan kapasitas besar. 

Ya berarti rumah makan besar pula, ala resto. Kadang di tempat pizza, kadang di tempat ayam bakar, kadang di resto mall, kadang di tempat steak, dan berbagai varian wah lainnya.

Soal harga jangan ditanya, bisa dapet seporsi 50.000 udah cakep bener. Dikalikan 5 udah 250.000 sendiri. 

Kadang saya mengakalinya dengan memesan menu untuk 3 porsi saja. Satu buat saya, satu buat istri, satu buat anak-anak dibagi tiga. Saya ajarkan mereka untuk berbagi sejak kecil. 🙈

Tapi sudah diakali seperti itupun, uang 100.000 saya masih kurang 50.000. Saat seperti inilah, kehadiran seorang penraktir dalam acara buka bersama, bagaikan cahaya langit yang bersinar membelah kegelapan. 

Mampu menerangi hati saya dengan indah. Mampu membuat lidah mengecap nikmat. Mampu menghangatkan perut yang dingin selaksa kulkas.

Ah, kenangan-kenangan itu sekarang hanya bisa saya bayangkan. Karena kondisi pandemi ini, membuat kita semua hanya bisa menikmati buka bersama keluarga inti di rumah. Bukan bersama teman-teman, bukan di rumah makan.

Hikmah Dibalik Pandemi

Dalam obrolan berbuka kemarin di rumah, kami coba mengambil hikmah di balik pandemi yang meniadakan bukber ini. Bahwa kondisi ini justru membuat ikatan keluarga kita semakin erat dalam Ramadhan. 

Kalau sebelumnya kadang bisa ga saling ketemu saat berbuka, istri bukber di mana, saya bukber di mana, sekarang bisa bareng terus. Selain itu, anggaran untuk berbuka puasa bisa lebih hemat. Bahkan lebih hemat dari bukber di warteg.

Nah, dana yang dihemat itu, bisa digunakan untuk memberi berbuka orang lain. Keluarga semakin erat, dana bisa dihemat, pahala bisa nambah sebanyak pahala orang-orang berpuasa yang kita beri berbuka, apa gak makin berkah itu hidup? 😎

Terus, kalau mau memberi berbuka orang lain, enaknya gimana Om?

Enaknya ke program donasi Berkah Saudagar - Berbagi Makanan aja, cukup 15.000 rupiah kamu bisa memberi berbuka dengan menu-menu wah ala rumah makan. 

Berbuka dengan yang mana, kamu sendiri yang menentukan. Kami sediakan paket menu mantap yang per porsinya bukan 50.000 tapi 15.000, dipersiapkan oleh para saudagar makanan yang bermitra, enak kan?

Serius Om? Kalau mau donasi gimana Om?

Serius! Langsung mampir aja ke https://berkahsaudagar.ukm.digital/ pilih sendiri menunya, transfer dananya, lalu konfirmasi ke WA 0852-1428-6660.

Gampang kan? Nanti donasi akan kami salurkan ke warga terdampak seperti petugas kebersihan, tunawisma, pengamen, sopir angkot, opang, ojol, dsb.

Harus konfirmasi WA Om?

Iya dong. Konfirmasi menjadi penting karena bila tidak ada konfirmasi, dana yang masuk akan kami salurkan sesuai menu pilihan kami.

Oke Om, saya mau langsung donasi nih sekarang!

Alhamdulillah...untuk memudahkan koordinasi dan distribusi, paket berbuka akan kami bagikan setiap Senin dan Kamis ya. Nanti insya Allah akan ada update pembagiannya.

Selamat berbuka puasa... 😉

Hal kecil yang bernilai besar

Dengan hanya Rp15.000 saja, Anda sudah dapat berbagi 1 paket berbuka puasa bagi yang membutuhkan. 

Mulai Sekarang Juga
brand-half